March 13, 2007

Taman safari di Indonesia hanya ada dua,di Bogor dan Pasuruan. Aku baru sempat mengunjungi satu yang di pasuruan, karena memang yang lebih dekat dari tempat tinggalku. Koleksi binatangnya cukup banyak. Dan banyak fasilitas-fasilitas hiburan yang ditawarkan. Jangan kaget
disana ada restoran yang menyediakan sate daging rusa. Sebenarnya rusa termasuk satwa yang dilindungi, mungkin karena kalo di sana ada penangkaran rusa tersendiri jadi di legalkan. Untuk pengelolaan tempatnya lumayan bagus menurut ku, cuman ada pihak2 tertentu yang memanfaatkan pengunjung. Pihak yang tidak profesional menjalankan tugasnya. Berhati-hatilah terhadap penjual-penjual di luar wilayah taman safari. Seperti kebanyakan tempat wisata di negara ini, mereka menjual dengan paksa yang bahkan bisa sangat membahayakan keselamatan.
Ada dua bagian besar yaitu safari dan rekreasi. Pada bagian safari pengunjung berada sangat dekat, seolah-olah berada di alam liar di habitat asli satwa tersebut. Siap-siap juga kalo ada monyet mendekat ke mobil dengan rasa ingin tau, rusa yang tiba2 menjilati mobil mu atau bahkan harimau yang menyeberang di depan mobilmu. Karena satwa-satwa ini sebenarnya adalah pemangsa dan yang dimangsa jadi untuk binatang-binatang buas diberikan kandang tersendiri yang besar dan dibatasi oleh pagar2 yang tinggi. Dan untuk satwa yang dirasa dapat mengancam keselamatan pengunjung di berikan kandang tersendiri. Jangan khawatir walaupun singa dan harimau bebas berkeliaran, ada petugas ditiap2 tempat yang dirasa membahayakan pengunjung. Oo iya untuk safari kita tidak diperbolehkan keluar dari kendaraan dan dilarang membuka kaca kendaraan untuk satwa yang ganas. Walaupun di dalam mobil kita dapat merasakan ketegangan dekat dengan binatang liar.
Bagian kedua adalah rekreasi di bagian ini disediakan banyak fasilitas hiburan dan permainan. Namun tiap2 permainan masih di pungut biaya. Ada banyak panggung-panggung untuk berbagai binatang. Kita dapat juga berfoto dengan berbagai binatang, dari yang jinak sampai yang buas.
harimau lagi nyebrang
seperti di habitat aslinya